Jenis Bisul

Bisul harus dibedakan dengan empyema. Empyema memicu pada akumulasi nanah di dalam kavitas yang telah ada sebelumnya secara normal, sedangkan bisa mengacu pada akumulasi nanah di dalam kavitas yang baru terbentuk melalui proses terjadinya bisul tersebut.

Berikut beberapa jenis bisul, diantaranya :

1. Bisul (furunkel) merupakan infeksi kulit yang meliputi seluruh bagian folikel rambut dan jaringan subkutaneus di sekitarnya. Penyebabnya karena adanya bakteri stafilokokus, selain itu juga disebabkan oleh bakteri lainnya atau jamur.

Bisul furunkel ini dapat terjadi di daerah leher, payudara, wajah dan bokong, dan bisul akan terasa nyeri dan sakit apabila tumbuh di hidung, telinga dan jari-jari tangan. Furunkel merupakan bagian ruam kulit yang berwarna merah dengan benjolan keras dan mengandung nanah. Kemudian lama-kelamaan benjolan keras ini berfluktuasi dan tengahnya akan mengandung sekumpulan darah putih atau kuning membentuk pustula atau mata bisul. Bisul dapat pecah dengan sendiri atau dipencet dan mengeluarkan nanah yang terkadang bercampur dengan darah.

Apabila disertai rasa nyeri sifatnya ringan sampai sedang. Beberapa diantaranya terlihat kulit kemerahan atau meradang, terkadang disertai demam, lelah dan tubuh tidak fit. Apabila bisul timbul di sekitar hidung biasanya akan diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) karena infeksi bisa dengan segera menyebar ke otak.

2. Karbunkel adalah sekumpulan bisul yang menyebabkan pengelupasan kulit yang luas serta pembentukan jaringan parut, penyebab jenis bisul karbunkel adalah bakteri stafilokokus. Pembentukan dan penyembuhan bisul jenis ini cukup lambam dibandingkan dengan bisul tunggal dan disertai dengan demam serta lelah karena infeksi yang semakin serius.

Jenis bisul ini umumnya banyak terjadi pada pria dan bisul ini tumbuh di leher bagian belakang. Jenis bisul ini biasanya cenderung dialami oleh mereka yang menderita diabetes, gangguan fungsi kekebalan tubuh dan dermatitis.

Infeksi ini menular, bisa disebarkan ke bagian tubuh lainnya dan bisa ditularkan ke orang lain. Tidak jarang beberapa orang dalam sebuah rumah menderita karbunkel pada saat yang sama.

Faktor risiko terjadinya karbunkel adalah:

- Tingkat kebersihan yang buruk
- Keadaan fisik yang menurun
- Gesekan dengan pakaian
- Pencukuran.

Pada kulit yang terkena ditemukan beberapa bisul yang bersatu disertai nyeri yang sifatnya ringan atau sedang. Kulit tampak merah dan membengkak. Karbunkel yang pecah akan mengeluarkan nanah lalu mengering dan membentuk keropeng.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk menentukan penyebabnya, bisa dilakukan biopsi atau pembiakan contoh jaringan yang terinfeksi. Untuk mengendalikan infeksi diberikan sabun anti-bakteri, antibiotik topikal (salep atau krim) dan antibiotik per-oral.

Kompres hangat bisa membantu mempercepat penyembuhan. Jangan pernah memencet atau mencoba memecahkan karbunkel di rumah, karena bisa memperburuk dan menyebarkan infeksi. Jika nanahnya sudah mengering, luka yang tertinggal harus sering dibersihkan dan sesudah menangani karbunkel, tangan harus dicuci bersih-bersih.


=====================================

>>> Super Green Plus JB Untuk Mengobati Jerawat & Bisul, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Bisul and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>